Pengikut

Kamis, 24 Mei 2012


MENYONGSONG MIHWAR DAULAH
Mempersiapkan kader- kader dakwah menjadi pemimpin Negara

Bab I Dakwah: kebuah kemestian

Ø  Serulah manusia ke jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat di jalannya dan Dialah yang mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
( Qs.An-Nahl :125)
Ø  Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung.(Qs. Ali-Imran: 104)
Ø  Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain, mereka menyuruh(mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar mungkar, mendirikan sholat, menunaikan Zakat, dan  mereka taat kepada Allah Rasulnya. Mereka itu di beri rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah mahaperkasa dan maha bijaksana ( Qs. At-Attaubah: 71)
Ø  Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya, apabila tidak mampu hendaklah mengubah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya, yang demikian itu selemah-lemahnya iman (HR. Muslim)
Bab II Mihwar Dakwah ; dari Tanzhimi menuju Daulah

            Untuk mencapai kejayaan asa depan seperti yang dicita-citakan gerakan islam, pelu disusun kerangka gerak yang integral, bertahap dan berkesinambungan.kerangka ini meliputi empat lingkar (orbit) atau mihwar:
    Ø  Mihwar tanzhimi:cirinya
-          Sifat ketertutupan pada ideology, secara umum kegiatan yang dilaksanakan lebih banya urusan internal, kondisi ketertutupan
-          Bentuk aktivitas Ideologisasi gerakan,diantaranya membentuk kepribadian islami ( Asy-Syakhsiyyah Al-Islamiyyah) dalam diri aktivis dakwah, membentuk kepribadian jama’ah(Asy-syakhsiyyah Al-jama’iyyah) merupakan upaya pengukuhan kultur pergerakan pada skala kolektif,merekrut kader secara selektif dimaksudkan untuk terbentuknya kader unti sebagai anasir pengubah, dan dilakukan secara kontinyu,
   -          Konsolidasi internal, dalam rangka penjagaan orisinilitas dakwah islam (Asholah dakwah) 

Ø Mihwar Sya’bi, dakwah sudah bersosialisasi( jahriyyatu dakwah) dalam bentuk amaliyah dan kerja-kerja nyata ditengah kompleksitas problem social, landasannya karena : pelajaran dari gerakan islam di zaman kenabian, islam menolak perilaku anti social dan manusia memiliki kebutuhan social.gerakan dakwah berorientasi pada:
1.      Meningkatnya kapasitas keberagaman masyarakat
2.      Muncul dan menguatnya opini-opini positif tentang islam dan opini-opini islami dalam berbagai bidang kehidupan, baik social ,ekonomi, politik, hokum dan hankam
3.      Muncul dan menguatnya penampilan islam( Al-mazhar al-islami0 ditengah masyarakat
4.      Muncul dan menguatnya dukungan public terhadap dakwah dan gerakan dakwah
5.      Terekrutnya berbagai elemen masyarakat secara luas untuk menjadi pelaku dan pendukung dakwah

Ø Mihwar Mu’assasi
          Secara umum, dakwah pada mihwar ini mengusung kegiatan kelembagaan politik, sehingga resiko semakin terbuka dan transparan, ada musyarakah siyasiyyah.kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah:
  1. Mempersiapkan pelaku kegiatan politik, melalui Attarbiyyah As-siyasiyah
  2. Melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, dalam rangka menghilangkan berbagai syubhat presepsi politik yang biasa terjadi di masyarakat
  3. Membentuk partai politik.untuk mengefektifkan pekerjaan dibidang politik guna menampung dan menyalurkan aspirasi politik islam
  4. Mengikuti pemilihan umum, presiden dan kepala daerah
  5. Memasukkan aktivis dakwah dalam lembaga legislative, eksekutif dan yudikatif
  6. Membangun komunikasi politik
Ø  Mihwar Daulah
Dalam bentuk  kegiatan penetrasi lembaga kenegaraan:
  1. Mempersiapkan pelaku mihwar daulah
  2. Menyiapkan cetak biru(blue print) sistem pemerintahan
  3. Memasukkan aktivis dakwah dalam berbagai lembaga pengambilan kebijakan Negara
  4. Menyusun pemerintahan baru
  5. Menetapkan undang-undang atau peraturan
Bab III Persiapan-persiapan aktivis Dakwah
  1. Persiapan Ruhaniyah
  2. Persiapan karakter( muwashofat)
  3. Persiapan fikriyah
  4. Persiapan jasadiyah
  5. Persiapan kompetensi
  6. Persiapan maliyah

Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar