MENYONGSONG MIHWAR DAULAH
Mempersiapkan kader- kader dakwah menjadi pemimpin Negara
Bab I Dakwah: kebuah kemestian
Ø Serulah
manusia ke jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah
mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat di jalannya dan Dialah yang mengetahui
orang-orang yang mendapat petunjuk
(
Qs.An-Nahl :125)
Ø Dan
hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan,
menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah
orang-orang yang beruntung.(Qs. Ali-Imran: 104)
Ø Dan
orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah
penolong bagi sebagian yang lain, mereka menyuruh(mengerjakan) yang makruf dan
mencegah dari yang mungkar mungkar, mendirikan sholat, menunaikan Zakat, dan mereka taat kepada Allah Rasulnya. Mereka itu
di beri rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah mahaperkasa dan maha bijaksana (
Qs. At-Attaubah: 71)
Ø Barangsiapa
di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya,
apabila tidak mampu hendaklah mengubah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu
hendaklah mengubah dengan hatinya, yang demikian itu selemah-lemahnya iman (HR.
Muslim)
Bab II Mihwar Dakwah ; dari Tanzhimi menuju Daulah
Untuk mencapai kejayaan asa depan seperti yang dicita-citakan
gerakan islam, pelu disusun kerangka gerak yang integral, bertahap dan
berkesinambungan.kerangka ini meliputi empat lingkar (orbit) atau mihwar:
Ø Mihwar tanzhimi:cirinya
-
Sifat ketertutupan pada
ideology, secara umum kegiatan yang dilaksanakan lebih banya urusan internal,
kondisi ketertutupan
-
Bentuk aktivitas
Ideologisasi gerakan,diantaranya membentuk kepribadian islami ( Asy-Syakhsiyyah
Al-Islamiyyah) dalam diri aktivis dakwah, membentuk kepribadian jama’ah(Asy-syakhsiyyah
Al-jama’iyyah) merupakan upaya pengukuhan kultur pergerakan pada skala
kolektif,merekrut kader secara selektif dimaksudkan untuk terbentuknya kader
unti sebagai anasir pengubah, dan dilakukan secara kontinyu,
-
Konsolidasi internal, dalam
rangka penjagaan orisinilitas dakwah islam (Asholah dakwah)
Ø Mihwar Sya’bi, dakwah sudah bersosialisasi( jahriyyatu dakwah)
dalam bentuk amaliyah dan kerja-kerja nyata ditengah kompleksitas problem social,
landasannya karena : pelajaran dari gerakan islam di zaman kenabian, islam
menolak perilaku anti social dan manusia memiliki kebutuhan social.gerakan
dakwah berorientasi pada:
1.
Meningkatnya kapasitas
keberagaman masyarakat
2.
Muncul dan menguatnya
opini-opini positif tentang islam dan opini-opini islami dalam berbagai bidang
kehidupan, baik social ,ekonomi, politik, hokum dan hankam
3.
Muncul dan menguatnya
penampilan islam( Al-mazhar al-islami0 ditengah masyarakat
4.
Muncul dan menguatnya
dukungan public terhadap dakwah dan gerakan dakwah
5.
Terekrutnya berbagai elemen
masyarakat secara luas untuk menjadi pelaku dan pendukung dakwah
Ø Mihwar Mu’assasi
Secara
umum, dakwah pada mihwar ini mengusung kegiatan kelembagaan politik, sehingga
resiko semakin terbuka dan transparan, ada musyarakah siyasiyyah.kegiatan yang
dilakukan pada tahapan ini adalah:
- Mempersiapkan pelaku kegiatan politik, melalui Attarbiyyah As-siyasiyah
- Melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, dalam rangka menghilangkan berbagai syubhat presepsi politik yang biasa terjadi di masyarakat
- Membentuk partai politik.untuk mengefektifkan pekerjaan dibidang politik guna menampung dan menyalurkan aspirasi politik islam
- Mengikuti pemilihan umum, presiden dan kepala daerah
- Memasukkan aktivis dakwah dalam lembaga legislative, eksekutif dan yudikatif
- Membangun komunikasi politik
Ø Mihwar Daulah
Dalam bentuk kegiatan
penetrasi lembaga kenegaraan:
- Mempersiapkan pelaku mihwar daulah
- Menyiapkan cetak biru(blue print) sistem pemerintahan
- Memasukkan aktivis dakwah dalam berbagai lembaga pengambilan kebijakan Negara
- Menyusun pemerintahan baru
- Menetapkan undang-undang atau peraturan
Bab III Persiapan-persiapan aktivis Dakwah
- Persiapan Ruhaniyah
- Persiapan karakter( muwashofat)
- Persiapan fikriyah
- Persiapan jasadiyah
- Persiapan kompetensi
- Persiapan maliyah
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar